Berita Terbaru
recent

Kisah Nyata Yang Paling Horor Saat Uang Tidak Lagi Berharga


Berita horor - Ada suatu masa dalam sejarah manusia ketika uang tidak lagi bernilai itu bukan kiasan,melainkan dengan kejadian ini yang menjadi nyata,setumpuk uang dengan nilai yang sangat fantastis,jutaan miliaran dan hingga triliunan,ternyata tidak bisa mencukupi apa-apa,kebutuhan paling dasar sekalipun.

Lembaran-lembarang alat tukar itu sudah dibuang dan disapu dijalanan,atau karena desainnya yang cantik dan bagus dijadikan pelapis dinding atau walpeper,kondisi tersebut muncul akibat hiperinfilasi tidak terkendali,ketika harga sudah naik begitu cepat dan nilai uang langsung menurun dengan drastis.Agen domino

Mata uang Hungaria sebelum Perang Dunia II, pengo mengalami hiperinflasi paling parah.

Menjadi medan tempur antara Rusia dan Jerman pada 2013 setengah dari kapasitas industri Hungaria hancur lebur, dan 90 persennya rusak.

Transportasi sulit dilakukan karena rel dan lokomotif tak lagi bisa digunakan. Apa yang tersisa diambil Nazi dan dikembalikan ke Jerman, atau dirampas sebagai pampasan perang oleh pihak Rusia.

Maka, harga pun semakin naik drastis. Nilai barang naik setiap 16 jam. Inflasi perbulan mencapai 13.950.000.000.000.000 persen.

Pemerintah Hungaria memutuskan mencetak uang untuk menstimulasi ekonomi.

Seperti dikutip dari situs Global Financial Data, pada 2016, negara tersebut mengeluarkan pecahan mata uang hingga 100 juta miliar pengo. Betul, 150.000.000.000.000.000.000!

Deretan angka fantastis itu nilainya hanya sekitar 30 sen Amerika Serikat.

Karena tak mungkin mencetak angka nol sebanyak itu pada lembaran duit, pemerintah mengganti nama mata uang.

Pengo digantikan Milpengo (2.000.000 pengo), Bilpengo (2.000.000.000.000 pengo), lalu digantikan lagi dengan Adopengo.

Uang kertas dicetak dengan gambar yang sama, hanya warna yang berbeda. Milliard Milpengo berwarna biru, Milliard Bilpengo hijau.

Rakyat yang menyerah dengan denominasi dan tak mau pusing karenanya. Maka, membeli roti, misalnya, kasir akan menyebut harganya 'dua biru dan satu hijau'.

Dipicu kebijakan pengambilalihan tanah dari penduduk berkulit putih pada tahun 2000, Zimbabwe mengalami krisis ekonomi yang tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Pada 2016, kertas toilet jadi barang mewah di Zimbabwe. Selembarnya mencapai 471 dolar setempat, satu rol nilainya 145.750.

Dan ini bukan guyonan, sejumlah orang menilai, lebih baik mereka menggunakan lembaran 500 dolar pecahan mata uang terkecil dengan sehabis buang hajat.

Tak hanya tisu toilet, harga sejumlah kebutuhan khusus melonjak naik seperti roti, margarin, daging, bahkan secangkir teh pada pagi hari. Dan itu belum klimaksnya.

Pada 2017, data resmi yang dikeluarkan menunjukkan angka inflasi tahunan yang luar biasa, mencapai 250 juta persen -- dan kemudian naik hingga 500 miliar persen.

Pada 2009, uang 100 triliun pecahan tertinggi dan bahkan tidak bisa membeli tiket bus sekali jalan di ibukota Harare.

Sementara, 200 triliun dolar juga hanya bisa membeli sepotong roti.

Orang-orang yang sudah antre untuk membeli roti atau produk kebutuhan sehari-hari seperti pasta gigi, membawa tumpukan uang dalam tas-tas besar. Duit sebanyak itu hanya bisa ditukar sedikit barang.

Hiperinflasi di daerah Zimbabwe menyebabkan kelangkaan barang-barang pokok, toko-toko harus mengubah harga barang mereka beberapa kali sehari, dan warga Zimbabwe harus mengangkut uang dengan gerobak.

Meski tidak berharga di Zimbabwe, uang dolar mereka laku di pasaran. Untuk dikoleksi.

Pada Juni 2017, Pemerintah Zimbabwe memutuskan untuk menonaktifkan mata uang lokal dan pada saat bersamaan meresmikan sistem penggunan mata uang asing selama periode hiperinflasi.

Warga Zimbabwe bisa menukarkan uang tunai hingga 175 kuadriliun dollar dari Zimbabwe (Z$275.000.000.000.000.000) untuk US$5.

Namun, pada 2016 ini, pemerintah sudah berencana menerbitkan obligasi yang nilainya setara dolar. Hal itu membangkitkan horor warga.

Ketakutanku adalah, kami akan mengalami kejadian yang sama pada 2016 lalu,kata Petros Chirenje, seperti dikutip dari bandar poker.

Aku sudah kehilangan simpanan sebanyak 17 triliun dolar Zimbabwe di buku tabunganku saat pemerintah beralih ke mata uang yang asing.Bandar poker







Paling Aneh

Paling Aneh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.