Berita Terbaru
recent

Ternyata Ini Gangguan Kecemasan Pada Orang Dewasa


BERITA UNIK - Semua orang hampir bisa dipastikan apakah sudah pernah mengalami apa yang disebut rasa cemas, gelisah, khawatir, dan panik. Kecemasan adalah reaksi yang wajar ketika seseorang sedang dalam keadaan stress. Akan tetapi ketika seseorang tidak dapat mengendalikan rasa cemas tersebut- dimana orang lain pada umumnya mampu menangani kecemasan tanpa adanya kesulitan yang begitu berarti, maka dalam hal ini dapat dikatakan sebagai penyimpangan. Perkiraan gangguan kecemasan yang dialami dewasa muda di Amerika adalahsekitar18,1%. Dapat dikatakan, sekitar 42 juta orang hidup dengan gangguan kecemasan, seperti gangguan panik, gangguan obsesif-kompulsif, gangguan stress pasca trauma, gangguan kecemasan umum dan fobia (Duckworth, 2013) dengan perbandingan prevalensi pada wanita 60% lebih tinggi dibandingkan pria (NIMH dalam Donner & Lowry,2013). Di Indonesia, hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) menyebutkan bahwa pada tahun 2013 sebesar 6% untuk usia diatas 15 tahun atau sekitar 14 juta penduduk di Indonesia mengalami gangguan mental emosional yang ditunjukkan dengan gejala-gejala kecemasan dan depresi (Depkes, 2014).AGEN DOMINO


Pada kenyataannya, kecemasan yang ada bersifat kronis dan tak henti-hentinya akan memberikan dampak yang cukup besar pada kualitas hidup seseorang (Parr & Cartwright-Hatton, 2009). Individu dengan beberapa kecemasan tantang sosial sudah memiliki harga diri rendah yang cenderung meragukan kemampuannya dan berkeyakinan bahwa orang lain akan meragukan kemampuannya pula (Leary & Kowalsky,1995; Oort et al., 2011). Beberapa faktor penyebab berasal dari keluarga, termasuk di dalamnya gaya pengasuhan yakni penolakan yang tinggi, overprotektif, kurangnya kehangatan emosional, tekanan atau permasalahan yang dialami orang tua seperti kecemasan,depresi, dan ketergantungan terhadapal kohol. Selain itu, pengalaman traumatis dari teman sebaya seperti penganiayaan, intimidasi, dan ancaman juga dapat menjadi faktor penyebablainnya.  (Oort et al., 2011; Knappe et al., 2009)

Kecemasan tentang sosial biasanya muncul karena adanya kumpulan gejala fisik, kognitif, dan behavioral/ perilaku. Simptom fisik yang dirasakan antara lain gemetar, wajah memerah, berkeringat, gagap, dan gejala lainnya. Aspek kognitif meliputi pola pemikiran yang maladaptif dan ketakutan yang irasional. Simptom perilaku yang muncul yaitu menghindar dari situasi yang menekan itu atau tetap menghadapinya tetapi dengan distress yang sangat besar (Nevid,2005). Simptom fisik, kognitif dan perilaku tersebut muncul karena dipengaruhi oleh adanya peningkatan aktivitas di dalam amygdala (suatu bagian di dalam otak yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan memori yang berkaitan dengan emosi) danterhubung dengan frontal-striatal korteks bila melihat ekspresi wajah negatif atau situasi mengancam. Dalam situasi seperti ini ada juga yang mengancam, amygdala mengirim pesan ke batang otak sehingga memunculkan ekspresi takut, tegang, meningkatkan laju detak jantung dan tekanan darah, membuat nafas menjadi lebih cepat serta memicu respon fight (menghadapi) atau flight (menghindar) (Fouche et.al. 2013).AGEN POKER
Paling Aneh

Paling Aneh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.